Agung’s Weblog

Catatan, pikiran dan ide-ide tentang guru, mengajar dan belajar

“Essential of Exemplary Social Studies Programs”

Ditulis oleh S Agung Wibowo di/pada Maret 5, 2009

Pada tulisan saya yang lalu, saya menyampaikan salah satu ketakutan saya, yaitu “lupa.” Lupa pada sesuatu yang penting. Lupa terjadi karena koneksi antar neuron-neuron terputus. Jadi saya memutuskan untuk menjaga koneksi-koneksi tersebut. Salah satu caranya adalah membuat terjemahan dari buku-buku yang pernah saya baca. Salah satunya adalah: “Social Studies and the Elementary School Child.”

Ada bagian yang menarik dari buku ini yang saya anggap penting untuk dibagi dengan semua yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan Ilmu Pengetahuan Sosial, khususnya di sekolah dasar.

Apa yang akan saya terjemahkan secara bebas ini mungkin akan terasa pas karena bulan April 2009 ini kita akan ada kegiatan demokrasi rutin lima tahunan.

Dalam buku ini, pada bagian “Essential of Exemplary Social Studies Programs,” dituliskan: Partisipasi warga negara dalam kehidupan publik adalah sangat penting bagi kesehatan sistem demokrasi. Program pelajaran IPS (terpaksa saya terjemahkan IPS) yang efektif adalah untuk mempersiapkan siswa yang nantinya akan dapat: mengidentifikasi, memahami masalah sosial, serta bekerja untuk memecahkan masalah yang dihadapi bangsa ini serta dunia yang semakin beragam dan saling berkaitan.

(Bagian yang saya suka dari buku ini karena IPS di sini digunakan untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia nyata. Bukan untuk bisa mengerjakan UAN, oh lupa IPS tidak diujikan di Indonesia, jadi nggak penting!)

Lalu apa saja yang perlu dipersiapkan untuk siswa?

Pengetahuan
Pengetahuan tentang:
- Dunia secara umum,
- Lingkungan sekitar siswa,
- Individu-individu di sekitar lingkungan siswa dan dunia,
- Lembaga dan kelembagaan,
- Masa lalu (sejarah)
- Masa kini
- Masa depan
Kurikulum pembelajaran IPS yang baik menghubungkan informasi yang dipresentasikan dalam kelas dikaitkan dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan yang nyata melalui observasi, analisis, serta partisipasi sosial dan kewarganegaraan.

Program pembelajaran yang baik mengajarkan: keterampilan,konsep dan generalisasi yang membantu siswa untuk memahami luasnya masalah yang dihadapi manusia serta cara-cara mengelola konflik yang sesuai dengan prosedur-prosedur yang demokratis.

(Menarik! Karena di sini ditegaskan yang diajarkan adalah keterampilan, konsep, serta generalisasi. Bukan sekedar hafalan tanggal, nama, peristiwa atau lembaga)

Nah sekarang terserah sekolah (guru). Apakah hanya akan mengajarkan hafalan untuk ujian atau mempersiapkan siswa untuk kehidupan nyata?

Ini bagian pertama, nanti bagian selanjutnya menyusul.

Agung W
5 Maret 2009

2 Tanggapan ke ““Essential of Exemplary Social Studies Programs””

  1. Pak Tas berkata

    Saya teringat jaman kecil di Purworejo dulu, awal tahun 70-an. Kalau tak salah pelajarannya adalah pengenalan ilmu bumi, kelas 3 MI. diajari dengan buku – apa ya judulnya? – yang pokoknya mula-mula diajari dengan “mata angin”, yang memakai lagu “timur tenggara selatan barat-daya, barat, barat-laut, utara timur-laut” itu.

    Setelah itu pelajaran kedua adalah denah kelas, pelajaran ketiga denah sekolahan.

    Pelajaran selanjutnya adalah pengenalan penanda alam tempat lokasi sekolah berada (land mark, berupa gunung yang kelihatan dari sana) : sebelah timur ada gunung merapi, sebelah utara ada gunung sumbing, sebelah barat gunung slamet.

    Terus pengetahuan tentang Kabupaten Purworejo, beserta batas-batasnya – ya, saya ingat kalau tidak salah judul bukunya adalah: ilmu bumi, eks karesidenan Kedu, atau entah tidak yakin juga.

    Menurt saya pelajaran waktu itu adalah “sangat kontekstual”. Makanya saya sampai susah melihat sekarang anak-anak diajari menggunakan buku cetakan Jakarta. Mestinya buku pengenalan IPS dibuat oleh orang lokal.

    Sekian dulu..

  2. S Agung Wibowo berkata

    Sepakat Pak Tas.

    Seharusnya memang demikian, jadi siswa mulai dari SD kenal dengan lingkungan kelurahan, desa. Trus SMP kenal dengan lingkungan, tokoh-tokoh Kecamatan. Trus SMA, se kabupaten dan kota.

    Pengetahuannya melingkar, seperti obat nyamuk.

    Pasti kegiatannya asyik!

    Bikin peta sendiri, ngobrol dengan Pak Lurah, Pak Camat (cuma jangan model diceramahi…) Jalan-jalan ke sungai, waduk. Wawancara dengan petani di sawah, pedagang di pasar.

    Nggarap PR sambil rujakan dipinggir kali.

    Sedap !

    Agung W

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>